Pages

Rabu, 29 Februari 2012

Ini Bukan Galau..

Keadaan ini..
Sangat rapuh dan tanpa disadari goresan-goresan itulah yang membuat sebuah pola rasa sakit. Sakit yang tlah berada di dasar bahkan paling dasar relung hati ini. Menyebalkan -,-
Sebenarnya hanya ingin melakukan sedikit hal baik,tapi apa balasannya ? Dianggap pun tak pernah,apalagi dihargai.
Menyakitkan saat berkata jujur,tapi dituduh melakukan hal yang sebaliknya.
Menyedihkan saat hati tlah lelah dan ingin berbagi,tapi tak ada satupun yang peka.
Obat dari itu semua,hanya sabar,mengikhlaskan roda terus berjalan sesuai porosnya.

***

Arti hadirmu sungguh membawa arti
Disaat tak ada satupun yang memedulikanku,kau hadir disetiap hariku,menemaniku,mendengarkanku,memahami,bahkan menghapus air mata ini. Saat ku sakit,terpuruk sekalipun karna keadaan yang saat itu tak memihak padaku kau slalu mengulurkan tanganmu,membantuku untuk dapat bangkit lagi. ARS.

***

Kedewasaan itu penting. Sepenting matahari bagi kehidupan ini (mungkin). Seiring berjalannya waktu,slama itupun aku dan mungkin kamu,mereka,kita harus belajar untuk menjadi lebih dewasa.
Disaat tetes air mata tiap malamnya tak pernah absen menemaniku bersama dinginnya hembusan malam,entah apapun pemicu dibaliknya yang aku tau pasti itu merupakan salah satu langkah pendewasaan diri ini dan akan membuat kita menjadi lebih siap menjalani hidup selanjutnya.

***

Sesuatu yang baru akan menjadi semangat baru. Tetapi yang baru itu lambat laun akan menjadi lama. Jika saatnya itu datang,tinggal bagaimana kita mempertahankan semangat baru itu walau tlah lama.

***

Waktu tal lebih dari sekelebat ilusi. Siapapun kita dan mereka yang bersama kita,semuanya suatu saat kelak hanya akan menjadi memori. Tak peduli apapun yang terjadi,seberapa besar rasa memiliki itu pada akhirnya semua akan berakhir karna waktu. Menguap menjadi ilusi.
Memory is a wonderful thing if you don't have to deal with the past.

***

Kamis, 23 Februari 2012

er a ra es a sa


***




Rasa disaat berdua dengan seseorang yang slalu membuat hidupku terasa lebih berarti dan bahagia.
Rasa disaat menjaga seseorang yang slalu aku sayangi.
Rasa disaat beralan beriringan dengan raga yang sempurna bagiku.
Rasa disaat memikirkan raga yang kucintai,dekat ataupun tidak.
Rasa disaat aku menyadari bahwa "rasa" ini takkan pernah berubah walau terpisah ruang dan waktu.
Rasa disaat aku menerima ucapan dan senyumnya sebelum aku mengawali hari.
Rasa disaat aku mendengar derap langkahnya mendekatiku.
Rasa disaat slalu diberi perhatian sedetail apapun.
Rasa disaat dia memberikan semangatnya untukku.
Rasa disaat aku begitu mengaguminya karna ketegarannya.
Rasa disaat aku meyakini bahwa aku dan dia yang kucinta dapat menjalani hari bersama hingga nafas berakhir.

Selasa, 21 Februari 2012

21 yang ke-7

Waktu trus berjalan,dan tlah tujuh bulan ku lalui ini semua denganmu.
Selalu ada kenangan yang tergores dengan seksama jika bersamamu..
Rasa ini akan semakin dalam,setiap waktu..
Rindu yang merengkuh relung jiwa selalu menemani setiap hembusan nafas.
Terimakasih sampai sekarang,kau masih bersedia dengan ikhlas temani aku sampai takdir memisahkan :)
21 Juli 2011,sampai sekarang.

***
Tiap hari akan ada tawa,tangis,canda,amarah..
Setiap hari semua akan terjadi sesuai porosnya.
Setiap ada cinta selalu diringi benci...
Setiap senyuman,akan hadir tangisan..
Setiap penerimaan,tak dipungkiri akan ada penolakan.

Perasaan tak dapat dipaksakan..
Semua berjalan tanpa ada yang bisa menghalangi..
Semua terjadi seakan-akan ada yang menarik itu semua ke dalam kehidupan.
Semua terjadi,tanpa harus ada persetujuan dari penjalan kehidupan ini.
Rasakan apapun yang terjadi..
Menikmati setiap kejadian..
Mengambil pembelajaran dari tiap hal.

***

Senin, 20 Februari 2012

Mensyukuri***debat lagi

Bersyukur. satu kata positif yang hari ini kembali aku pelajari.
Bersyukur aku tetap memilik sahabat-sahabat spektakuler.
Sahabat yang akan tetap menjadi sahabat,karna slalu ingin memberi setiap kenangan menjadi indah.
Sahabat yang selalu bawel mengurusi hidup kita :p
Sahabat yang selalu memberikan tawa jika keadaan sedang down
Sahabat yang memberika motivasi untuk meraih cita-cita itu
Dan masih banyak banget pelajaran yang bisa aku ambil dari tiap kalian sahabatku.
Memang persahabatan ini baru terjalin,tapi tlah begitu banyak kisah yg terukir.
Ingatkah,waktu itu kita tak sengaja terkumpul karna nama drama bawang ?
Ingatkah,dulu tiap pulang skola kita kumpul di rumaku hanya sekedar bergossip atau pun online dengan komputer tua jadul yang ada di rumaku..haha
Ingatkah,kita pernah bikin kue coklat bola-bola di rumah dece,sambil masak nasgor ?
Ingatkah,dulu kita pernah punya mimpi tentang masa yang akan datang kita memiliki sebuah perusahaan yang tiap diantara kita memegang penting peranan di perusahan itu ?
Ingatkah,dulu kita bolos bareng hari pertama kelas 11 ?
Ingatkah,dulu kita ke ruma rachel buat dandan persiapan padus ?
Itu hanya sbagian kecil, hari ini aku merasa persahabatan itu hidup lagi :D 
Setelah apa yang tlah kita lalui kemaren,mungkin ibarat sungai yang kita lalui itu adalah arus derasnya dengan batu-batu yang tajam. Toh sekarang,arus deras itu tlah lewat :*

*tiga tahun lalu*kelas 10*







***

Malamya,diskusi kembali terjadi bersama papa dan mama kali ini. Diskusi mengenai masalah kuliah,papa mengutarakan pebdapat yang ia bilang ini adalah termasuk pemikirannya bukan orang lain. Papa bilang apa aku sanggup setiap hari bertemu masalah orang lain jika aku memilih karir psikologi. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki masalah,menyelesaikan masalahnya,dan yang terpentung nantinya aku tak memiliki jam kerja yang pasti. Bisa saja jika kanu sedang berlibur,klienmu memiliki masalah yang rumit ia akan membutuhkanmu,papa bilang hidup itu untuk dinikmati dengan tenang, Sedangkan mama,hanya mengatakan tidak tanpa alasan yg jelas atas pilihan pertamaku ini. Jujur aku tak masalah jika harus mendengarkan masalah para klien ku nantinya,karna itu merupakan kenikmatan tersendiri bagi hidupku,memberikan mereka motifvasi dan solusi adalah kesengan pribadi bagiku. Tapi kata-kata itu hanya kuungkapkan di hatiku,tak ingin menentang mereka. Dan akupun akan memikirkan semua yang papa bilang dulu juga,jika tidak sesuai papa tak keberatan. Toh apa salahnya memikirkan hal itu dulu memang.

 Jujur papa lebih senang kamu melakukan bisnis sendiri,jika memang ada keahlian dibidang itu. Papa bilang toh sekarang kamu mampu jualan kecil-kecilan,usaha online sendiri,itu proses belajar. Usaha sendiri memang kadang menemukan masa sulit,tapi percaya jika kita berusaha sekarang kita dapat memetik hasilnya besok,itu pasti.
Papa bilang ada orang yang memilih bekerja dengan orang lain dengan waktu yang lama,tetapi ada juga yang sebentar setelah itu membuka usaha dengan mandiri. Itu semua termasuk pilihan hidup. Masih ada waktu unyuk mempertimbangkannya.
Cita-citaku sekarang memang hanya ingin seperti papa,papa yang mampu mebiayai adik-adiknya dengan bekerja sendiri tanpa bantuan orang tua,papa yang sekarang bisa sukses berkat usaha dan kerja kerasnya dulu,papa yang dapat menentukan pilihan hidup dengan tepat,papa yang sekarang mampu memberikan kesengan pada keluarga besar,papa yang memiliki keluarga sempurna,papa yang slalu bersyukur apapun yang diberikan Allah.

Hidupku begitu sempurna,jika aku slalu ingat Allah tlah memberikan orang-orang terbaik di sekitarku agar aku mampu kembali bangkit dari setiap masalah dan pilihan yang datang silih berganti :)

Sabtu, 18 Februari 2012

Pilihan

Ini mengenail kebingungan yang menyelimuti benakku..hhaha
Apalagi kalau bukan masalah kuliah.Setelah pilihan psikologi ku di tolak secara halus oleh papa,aku tak dapat menyangkal toh alasan yang papa utarakan memang ada benarnya. "Terlalu banyak lulusan psikologi,dan kalo ingin sukses tentu kamu harus mau tidak mau melanjutkan S2 psikologi,kalo bisnis papa lancar terus tak ada msalah,tap kita nggak tau nanti." Hanya seuntai itu kata-kata yang papa keluarkan,tapi selalu terbang dalam otakku,menyita waktuku untuk memikirkan hal itu. Yang ku mau tentu membahagiakan papa,memberika predikat bangganya kepadaku agar dapat melihat senyum tulusnya itu. Tak ingin menambah beban papa sebenarnya,tapi papa bilang aku anak pertama dan aku harus jadi contoh yang baik buat adek-adekku.
Papa bilang ia akan konsen dengan bisnisnya agar terus setidaknya membiayayi kuliah ku hingga S1,tapi aku juga harus janji untuk serius belajar,tidak membuang waktuku dengan percuma,dan memberikan hasil yang memuaskan.

Beberapa hari ini aku terus memikirkan jurusan apa yang akan aku pilih,jurusan yang sesuai kmampuan dan keinginanku. Terlintas keinginan lamaku dlu untuk masuk universitas bswasta berlandaskan bisni,mengapa tak ku vari saja universitas negeri yang dapat menyalurkan keinginan ku belajar bisnis dan tetap memanfaatkan jalur undgan yang aku dapat. Aku tetap memikirkan peluang yang akan aku dapatkan setelah lulus nanti,dan dengan tidak sengaja saat melihat web SNMPTN mataku tertuju pada jurusan bisnis pariwisata,jurusan pariwisata dengan lulusan S1 yang hanya terdapat di universitas brawijaya.
Aku belum menceritakan pilihan ini pada papa,saatnya sekarang aku mencari segala info ttg jurusan ini. Jurusan yang baru memiliki satu angkatan,jurusan yang prospeknya cukup banyak untuk saat ini. Akhirnya aku mendapat kenalan salah satu mahasiswi jurusan ini,Kak poppy nmanya.
Kata kak Poppy,jurusan ini mempelajari tentang dasar-dasar ilmu bisnis , dasar-dasar ilmu pariwisata , potensi-potensi pariwisata,dan msh bnyak lagi.
kalo misalnnya dari jurusan IPS insya Allah ga merasa kesulitan kalo uda masuk jurusan ini . soalnya mata kuliahnya itu mirip-mirip mata kuliah SMA , kayak Akuntansi & Matematika Bisnis misalnya .

Dan aku juga banyak bercerita sama Ka vina,pacarnya salah saatu spupuku. Ia  bilang komunikasi lebih memiliki banyak keuntungan,dan bisnis pariwisata itu juga nantinya akan memerluka skill komunikasi yang baik,gak ada salahnya sebenarnya memilih keduanya. semakin banyak skill justu semakin mampu kita dapat bersaing nantinya di dunia bisnis.

Sekarang bukan galau karna cinta,tapi galau buat masalah kuliah. Sepertinya memang harus lebih banyak meminta sama Allah,meminta yang benar aku butuhkan bukan sekedar yang aku inginkan. Melakukan shalat istikharah mungkin akan lebih membantu lagi. Menyatukan keinginan papa,kebutuhan untuk masa depanku,dan yang aku minati :)

Selasa, 14 Februari 2012

Surat kecil (ini) untuk Tuhan

ku ungkap perasaanku semua isi hatiku
aku telah jatuh cinta, sungguh jatuh cinta
mengapa sekejab saja setelah menunggu lama
terlalu cepat tuk berlalu dan meninggalkanku

Tuhan dengarkanlah pintaku sampaikan padanya
walau takkan mungkin bersatu
di hatiku selalu mencintainya
andai ku mampu kembali mengulang sekali lagi
namun telah kau tentukan harus ku terima
Tuhan dengarkanlah pintaku sampaikan padanya
walau takkan mungkin bersatu
di hatiku selalu mencintainya
(Tuhan dengarkanlah pintaku sampaikan padanya)
walau takkan mungkin bersatu
di hatiku (di hatiku) selalu mencintainya

Lagu itu,surat kecil untuk tuhan..
selalu dengan gampangnya meneteskan air mata ini ke pangkuanku,lagu yang menggambarkan bagaimana rasa cinta takkan hilang walau tlah terpisah ruang dan waktu,bagaimana cinta yang hadir hanya sesaat seperti untaian mimpi. bagaimana takdir dapat memisahkan cinta yang tak bersalah skalipun,menyiksa stiap batin yang tlah ditinggalkan cinta.
Seandainya jika aku pun tlah tiada nanti,ku ingin dapat memberikan surat ini pada Tuhan. surat yang juga menggambarkan perasaanku sekarang,keadaanku sekarang brsama dia,bagaimana aku tau sungguh pasti ia yang ku sayang akan merasa sangat kehilangan.


Tuhan..
Jika sesaat aku tlah pergi nanti,tolong kuatkan dia.
Aku ingin tetap meliat senyumnya yang slalu menyemangatiku stiap hari,yang menemaniku dengar tegar akan tetap ada saat ia mlihatku pergi nanti.
Tuhan..
Aku ingin,kau tetap jaga dia di bawah lindunganmu. Tetap dia yang slalu tak pernah luput bersyukur atas stiap takdirmu.
Tuhan..
Aku belum dapat membalas smua budi baiknya,aku harap kau dapat membantu aku membalasnya dgan slalu menjadikan ia tetap sehat.
Tuhan..
Aku sungguh sangat menyayangi dia,ku harap jika aku pun nanti pergi pertemukan dia pada seseorang yang lebih baik dalam sgala hal dibanding aku.
Tuhan..
Jika saat aku pergi nanti,mungkin aku belum dapat melihat senyum bangga atas kesuksesan yang diraihnya,jadi ku mohon jagalah cita-cita dan impiannya.
Tuhan..
Aku ingin ia tetap mengingatku,walau aku tak sanggup lagi menemani dan menyemangatinya di setiap harinya.
Tuhan..
Aku tak ingin melihat tetesan air mata kesedihan,keputus asaan mengotori wajah nya, wajah yang selalu menampakkan keceriaan di hadapanku.
Tuhan..
Ingatkan dia,untuk tetap mengirimkan aku doa walau aku tlah tak di sisinya lagi yah. Karna senantiasa aku pun kan slalu berdoa yang terbaik untuknya.
Tuhan..
Jika aku rindu dengan sgala kenangan bersamanya,tolong sampaikan yaa.
Tuhan..
Tlah cukup surat ini ku tulis. Surat ini tolong kau sampaikan jika aku tlah tiada ya Tuhan :) Ku harap waktunya masih sangat cukup lama.



Trimakasih Abdur Rahim Samrud untuk kado valentinenya...
Sbuah patung Al'Quran. Aku memang tak seperti wanita lain di saat hari ini mendapatkan coklat,bunga,ataupun boneka. Aku merasa lebih spesial saat kau berikan hadiah ini,menjadi wanita yang memang sepantasnya.
Saat aku down,aku terpuruk,aku putus asa. Yang slalu mengingatku untuk tetap melaksanakan perintahNya, hanya kamu,
Trimakasih untuk stiap kenangan indah yang kau ukir dalam hidupku,setiap proses pembelajaran kehidupan yang kau gambarkan.


Dengan linangan air mata bahagia..
Bella Putri Aulia{}

Sabtu, 11 Februari 2012

Rindu

Di sini..
Di antara kemeriahan dan bintang
Aku memilih sunyi
Di mana tlah kutanamkan hektaran rindu utnukmu
Ketika malam berjatuhan,hingga tedampar di pagi
Dan untuk kesekian kalinya
Aku merasa kau begitu jauh
Meski kita masih saling berteduh,di bawah langit yang sama
Kau tahu
Purnama ini begitu indah
Walau tak seindah senyummu
Yang terakhir kali masih ku ingat
Aku melihat senyummu
Di antara bintang dan bulan purnama
Aku mendengar suaramu
Lewat hembusan angin dan gesekan daun-daun
Jika kau percaya angin adalah satu
Jika kau percaya samudra adalah biru
Akan kutanyakan rindu ini
Lewat angin,lewat laut
Lewat sunyi dan denting malam :"
***

Inspirasi dari seseorang yg telah mencurahkan isi hatinya pd ku akan kerinduannya pd seseorang :)
Harapku rindumu akan terbalas.




Jumat, 10 Februari 2012

Ini tentang mereka #1


Menulis catatan singkat ini bersama nene di teras rumah sambil memandangi pelangi sore yang menyapa.  Merindukan saat seperti bersama beliau,sudah beberapa waktu tak ada waktu untuk kami tertawa bersama lagi. Seperti beberapa tahun lalu,jika papa mulai memarahi aku karna melakukan satu kesalahan,slalu ada nene yang melindungiku. Satu waktu saat umurnya gigiku untuk tanggal,saat-saat itulah aku mengalami seperti ketakutan untuk di bawa ke dokter gigi,papa membentakku dan memaksa untuk aku menuruti beliau untuk mau ke dokter gigi. Hingga tetesan air mata mengalir di mata kecilku,saat itu aku berlindung di pelukan nene. Meminta perlindungan beliau,dukungan beliau agar papa tidak menyuruhku lagi untuk mencabut gigi. Ahh nene memang paling mengerti. Merindukan juga saat sore seperti ini,berjalan sore bareng nene,entah kemana yang penting jalan J
Merindukan saat aku membelikan pecel lele kesukaan nene,dan kami makan bersama. Merindukan saat tidur malam bersama nene,saat aku masih sangat takut untuk tidur sendiri. Merindukan sungai dan kebun rambutan di kampung yang selalu aku jelajahi bersama nene {}
Merindukan nada bangga dari mulut nene keluar,saat membanggakan aku cucu pertamanya di depan teman-temannya.
Merindukan saat nene berkata “Cucu kesayangan ini,punya anak lakian semua lima. Hanyar dapat cucu binian ini” hhhaha
Tak terasa tlah dua tahun nene mengalami sakit jantung ini,sejak beliau koma selama 26 hari. Sejak itu pula beliau tidak bisa seperti dulu lagi. Untuglah Allah masih memeberikan umur panjang kepadanya,walau saat itu kami pesimis pada kesehatannya. Nene yang sekarang,sangat susah untuk berbicara.berbicara dengan sangat pelan,berjalan pun setidaknya harus dituntun.
Nene sempat mengalami stroke ringan pada tangan kanannya,tapi berkat kemauannya yang kuat untuk sembuh dan dukungan dari kami,sekarang stroke itu hilang .
Nene sekarang tak sanggup lagi membawaku keliling kota ini dengan mengendarai motor :”
Nene sekarang harus memakan makanan yang tidak sembarangan.
Nene sekarang selalu menangis setiap bertemu orang-orang yang menyayanginya,ia tidak pernah lupa akan mereka. walau koma dan kelua masuk RS ia jalani.
Nene sekarang lebihh serring merebahkan badannya,terbaring walau ia tlah tampak lebih sehat.
Nene sekarang masih memanggilku dengan sebutan “a” panggilan saying darinya,yang sangat aku rindukan setiap waktu.
“Pulang sore lagi besok a”..
“Mandi sudah a.senja itu nah”..
“hati-hati a,bismilah”..
“Gantikan pank sinetron,a”..
Dan kebiasaan nene yang tak pernah hilang,slalu tidak mau ketinggalan sinetron kegemarannya :D
Salah satu orang yang sangat berarti,orang yang mendukungku sampai sekarang. Saat kelulusan nanti,ku ingin juga melihat senyum bahagia nene untuk cucu pertamanya ini.
*hugs* sepuluh tahun yang lalu foto ini diambil :')

Kamis, 09 Februari 2012

Tentang Dia #2

 Ini Tentang Dia Si Pengendara Motor Gede :*

Bangun pagi dengan rasa kantuk yang masih sangat menyelimuti.-,-dan ku lihat beberapa telpon yang masuk dari dia yang kuabaikan karna lebih memilih melanjutkan tidurku.
Hari ini rencana awal ku iyalah membuatkan sesuatu untuk bekal dia,bukan sekedar membalas apa yang tlah ia lakukan kemarin dengan membawakanku nasi goreng. ini juga sbagai permintaan maaf ku,karna tadi malam membiarkan ia mengoceh sendiri ditelpon sedangkan aku tlah tertidur. {}:*

Walaupun hari ini telat datang ke sekolah,tapi aku puas memasakkan masakan yang tidak seberapa untuknya. sedikit hambar komentarnya saat kami makan bersama dikelasnya. Ku tau masakan ini sangat hambar,tidak hanya sedikit. hahaha..selalu ada caranya untuk tetap membuatku tersenyum.
Melihat senyum dibibirnya,inginku untuk tak akan pernah jauh dari dirinya,diri yang slama ini slalu menemaniku. Yang selalu bangun saat tengah malam aku tak dapat memejamkan mata karna hujan deras,yang mengabaikan kantuknya hanya demi aku :) Diri yang membawakan aku nasi goreng ke rumah saatku terbaring lemas di kamar karna sakit. Dia yang membawakan terang bulan keju malam2 ke rumah. Dia yang membawakan kebab,saat aku dan mama ngidam kebab :p. Dia yang membawakan cake keju saat sore itu. Dia yang membawakan bubur ayam kesukaanku ke rumah. Dia yang membawakan kue kacang untuk mama. Dia yang membelikan oleh-oleh baju untuk kedua adikku. Dia yang datang ke rumah nene,untuk memberikan boneka doraemon.
Dia yang memberikan tissue saat aku mimisan di sekolah. Dia yang memapah ku saat hampir jatuh pingsan di depan sekolah. Dia yang selalu mendengarkan ceritaku,berbagai cerita yang dapat membuatku down pada saat itu juga,tapi karna dialah aku dapat melihat semua masalah itu sbagai cambuk untukku lebih baik ;)
Dirinya yang memberikan pundaknya untuk tempat aku menangis,tempat untuk sekedar mengeluh lelah saat menjalani hari ini.
Dia pula yang selalu memeberikan semangat,semangat untuk menggapai mimpi itu.
Dia yang tak pernah absen mengingatkanku untuk slalu bersyukur.
Tapi terkadang dia lah yang selalu membuat aku badmood seketika. :*


Aku yakin setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan,tapi yang ku tau pasti namamu akan ada di setiap untaian doa ku ;)
Walau siang ini sempat dibuat kesal bgtbgtbgt sama dia toh aku tetap sayang dia, Hanya ingin melihat dia sehat,tersenyum bahagia.
Sorenya ditutup dengan pelangi indah,seindah kehadiranmu dalam hidupku.




Rabu, 08 Februari 2012

Tentang Dia #1

Abdur Rahim Samrud...


Seuntai nama yang selalu ada di relung hatiku,yang selalu menjadi semangatku.
beberapa minggu aku duduk di kelas 11,aku mulai mengenal satu persatu teman baruku. berawal dari ketidaksengajaan dan ketidakkenalan antara aku,vero,dan rahim serta dahlin,membuat kami menjadi empat sekawan yang tak dapat dipisahkan pada waktu itu. mengerjakan tugas,peer,belajar bareng dan curhat bareng pun hampir tiap waktu kami lakukan. persahabatan yang konyol..hhaha.
Akhir kelas 11,merupakan waktu-waktu dimana kami makin dekat,setiap malam mereka ke rumahku sekedar mampir bahkan curhat mengenai pacar-pacar mereka. dan bahkan kami menonton pertandingan bola hingga larut malam.



Persahabatan ku bersama rahim mungkin yang sampai sekarang,masih tetap terjalin dengan baik. walau ikatan kami,telah berubah status menjadi pacar.




Ingat waktu dulu bagaimana rahim datang ke rumah hanya untuk sekedar curhat hingga larut malam,menuangkan sgala cerita dan emosi yang bercampur mengenai mantanpacarnya. moment yang sampai sekarangpun masih aku ingat,saat itu dia meneteskan air matanya hanya karna hubungannya berakhir dengan mantanpacarnya saat itu. tetesan air mata itu sebuah ungkapan hatinya yang begitu tidak terima atas alasan "BOSAN" yang dikeluarkan oleh mantanpacarnya itu. malam itu ingin rasanya memeluknya,menggapai pundaknya dengan erat,menguatkan dia. Menurutku seorang laki-laki yang menangis itu sangat cengeng,tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana rasa sakit itu menggerogoti sahabatku sendiri,sakit karna cinta. 
Satu yang ku tau setelah itu,bahwa mereka laki-laki juga memilki perasaan. perasaan yang juga dapat sakit,jika tergores.

Tak ku sangka,hanya menempatkan diri sebagai pendengar yang baik,ternayata respon ku itu cukup membuat dia merasa kuat,kembali tegar. Dan bangkit kembali,tidak memikirkan lagi bagaimana dan apa yang telah dia lalui kemarin. Seperti melihat pelangi setelah hujan deras,begitulah saat aku melihat ia tersenyum untukku,meyakin aku bahwa dia telah baik-baik saja.

Sahabatku Rahim.. :)
Aku akan selalu mendukungmu,dan selalu berada disampingmu.






Selasa, 07 Februari 2012

Antara persahabatan dan percintaan

Selalu ada garis yang memisahkan antara pesahabatan dan cinta. seharusnya keduanya dilarang untuk menyebrang dar tempat mereka seharusnya. karna jika persahabatan dibawa terlalu jauh.maka benih cinta itu akan tumbuh. dan begitulah sebaliknya,mungkin saja cinta yang terlalu jauh deseret itu akan berubah menjadi persahabatan.
Atau buruknya lagi,menjadi akhir persahabatan.





arti dewasa

Kedewasaan itu penting,sepenting matahari bagi kehidupan kita (maybe). Seiring berjalannya waktu,slama itu pula aku harus terus belajar untuk lebih dewasa.
(́_̀)

Tetes air mata setiap malamnya tak pernah absen menemaniku dalam dinginnya malam. entah apapun yang terjadi sebelumnya,entah apapun pemicu tetesan air itu..tapi satu yang kuhapal bahwa esok paginya aku akan tlah siap menghadapi hidup lagi.


emon :")