Pages

Senin, 20 Februari 2012

Mensyukuri***debat lagi

Bersyukur. satu kata positif yang hari ini kembali aku pelajari.
Bersyukur aku tetap memilik sahabat-sahabat spektakuler.
Sahabat yang akan tetap menjadi sahabat,karna slalu ingin memberi setiap kenangan menjadi indah.
Sahabat yang selalu bawel mengurusi hidup kita :p
Sahabat yang selalu memberikan tawa jika keadaan sedang down
Sahabat yang memberika motivasi untuk meraih cita-cita itu
Dan masih banyak banget pelajaran yang bisa aku ambil dari tiap kalian sahabatku.
Memang persahabatan ini baru terjalin,tapi tlah begitu banyak kisah yg terukir.
Ingatkah,waktu itu kita tak sengaja terkumpul karna nama drama bawang ?
Ingatkah,dulu tiap pulang skola kita kumpul di rumaku hanya sekedar bergossip atau pun online dengan komputer tua jadul yang ada di rumaku..haha
Ingatkah,kita pernah bikin kue coklat bola-bola di rumah dece,sambil masak nasgor ?
Ingatkah,dulu kita pernah punya mimpi tentang masa yang akan datang kita memiliki sebuah perusahaan yang tiap diantara kita memegang penting peranan di perusahan itu ?
Ingatkah,dulu kita bolos bareng hari pertama kelas 11 ?
Ingatkah,dulu kita ke ruma rachel buat dandan persiapan padus ?
Itu hanya sbagian kecil, hari ini aku merasa persahabatan itu hidup lagi :D 
Setelah apa yang tlah kita lalui kemaren,mungkin ibarat sungai yang kita lalui itu adalah arus derasnya dengan batu-batu yang tajam. Toh sekarang,arus deras itu tlah lewat :*

*tiga tahun lalu*kelas 10*







***

Malamya,diskusi kembali terjadi bersama papa dan mama kali ini. Diskusi mengenai masalah kuliah,papa mengutarakan pebdapat yang ia bilang ini adalah termasuk pemikirannya bukan orang lain. Papa bilang apa aku sanggup setiap hari bertemu masalah orang lain jika aku memilih karir psikologi. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki masalah,menyelesaikan masalahnya,dan yang terpentung nantinya aku tak memiliki jam kerja yang pasti. Bisa saja jika kanu sedang berlibur,klienmu memiliki masalah yang rumit ia akan membutuhkanmu,papa bilang hidup itu untuk dinikmati dengan tenang, Sedangkan mama,hanya mengatakan tidak tanpa alasan yg jelas atas pilihan pertamaku ini. Jujur aku tak masalah jika harus mendengarkan masalah para klien ku nantinya,karna itu merupakan kenikmatan tersendiri bagi hidupku,memberikan mereka motifvasi dan solusi adalah kesengan pribadi bagiku. Tapi kata-kata itu hanya kuungkapkan di hatiku,tak ingin menentang mereka. Dan akupun akan memikirkan semua yang papa bilang dulu juga,jika tidak sesuai papa tak keberatan. Toh apa salahnya memikirkan hal itu dulu memang.

 Jujur papa lebih senang kamu melakukan bisnis sendiri,jika memang ada keahlian dibidang itu. Papa bilang toh sekarang kamu mampu jualan kecil-kecilan,usaha online sendiri,itu proses belajar. Usaha sendiri memang kadang menemukan masa sulit,tapi percaya jika kita berusaha sekarang kita dapat memetik hasilnya besok,itu pasti.
Papa bilang ada orang yang memilih bekerja dengan orang lain dengan waktu yang lama,tetapi ada juga yang sebentar setelah itu membuka usaha dengan mandiri. Itu semua termasuk pilihan hidup. Masih ada waktu unyuk mempertimbangkannya.
Cita-citaku sekarang memang hanya ingin seperti papa,papa yang mampu mebiayai adik-adiknya dengan bekerja sendiri tanpa bantuan orang tua,papa yang sekarang bisa sukses berkat usaha dan kerja kerasnya dulu,papa yang dapat menentukan pilihan hidup dengan tepat,papa yang sekarang mampu memberikan kesengan pada keluarga besar,papa yang memiliki keluarga sempurna,papa yang slalu bersyukur apapun yang diberikan Allah.

Hidupku begitu sempurna,jika aku slalu ingat Allah tlah memberikan orang-orang terbaik di sekitarku agar aku mampu kembali bangkit dari setiap masalah dan pilihan yang datang silih berganti :)

0 komentar:

Posting Komentar